Dibalik
Hari Ini
Kamis,
14 Mei 2015
Hari ini sulit ditebak.
Ketika aku yang badmood karena tadi aku tidak mendapat barengan saat kerumahnya
bu rini untuk makan2, ternyata khosidah menjemputku. Disana, aku berusaha
setegar mungkin dan tersenyum dengan bahagia meski kenyataan berbanding
terbalik. Kamu juga ikut dalam acara itu. Setelah semalam pesan singkatku yang
panjang lebar tidak kamu gubris sama sekali. Tetapi sejujurnya aku tidak bisa
membencimu. Sungguh!! Seberapa kali kamu menyakitiku aku tidak bisa membencimu.
Tadi sepanjang acara,
aku hanya memandangmu dari kejauhan dan mencuri pandanganmu diam-diam. Aku
sangat ingin menyapamu dan bercanda tawa melelehkan segenggam rindu yang
membeku. Tapi sejak selesai acara pun, kita tidak saling menyapa. Aku sangat
benci dengan hal itu. Sepertinya kamu masih memikirkan masalahmu itu dan
memendamnya saja. Aku bisa rasakan itu dari gerak gerik dan tatapan matamu.
Setelah kembali ke sma
dan sholat, setelah aku melihat khos dan rikky berduaan, setelah ternyata aku
merasa cemburu dengan mereka berdua. Ah yasudahlah.. lupakan
Lalu setelah itu, aku
berniat untuk kembali kerumah untuk mengambil laptop dan mengerjakan tugas yang
harus kuselesaikan. Kemudian pulang, tapi ternyata tidak semudah yang aku kira.
Aku makan, mandi, dan sholat lalu menunggu diantar. Akhirnya sampai ke sma
sore. Disana ada kamu dan rikky. Saat itu pun kamu masih berkutat dengan
berbagai tugas yang kamu kerjakan dengan rikky. Aku hanya diam dan memandangmu
diam-diam.
Setelah itu aku
mengecas laptop, tidak berapa lama kemudian kamu menghampiri dan menyapaku. Aku sangat senang
sekali. Tapi aku terlihat cuek dan pura-pura tidak peduli. Setelah tugasku
selesai, aku langsung membereskan laptop dan bukuku. Aku ngobrol-ngobrol
sebentar denganmu dan oyong. Aku duduk disampingmu dan kupandangi kamu dengan
sangat dalam. Sungguh bahagia aku pada saat itu. Memandang wajahmu dan melihat
senyum manismu. Memperhatikan setiap raut wajahmu. Akhirnya suasana pun pecah
seiring canda tawa yang kita ciptakan.
Bagiku kamu masih
seseorang yang misterius dan sulit ditebak, sayang. Meskipun beberapa kali kamu
menyakitiku tapi aku tidak bisa membencimu. Terlebih tadi kamu sudah membuatku
tersenyum lebar dan merasa teramat sangat bahagia. Disampingmu, memandang
wajahmu, melihat tawa dan senyummu.
Maaf, aku teramat
sangat menyayangimu…
ILYSM:*{}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar