Selasa, 15 Desember 2015



Dibalik Hari Ini
Kamis, 14 Mei 2015

Hari ini sulit ditebak. Ketika aku yang badmood karena tadi aku tidak mendapat barengan saat kerumahnya bu rini untuk makan2, ternyata khosidah menjemputku. Disana, aku berusaha setegar mungkin dan tersenyum dengan bahagia meski kenyataan berbanding terbalik. Kamu juga ikut dalam acara itu. Setelah semalam pesan singkatku yang panjang lebar tidak kamu gubris sama sekali. Tetapi sejujurnya aku tidak bisa membencimu. Sungguh!! Seberapa kali kamu menyakitiku aku tidak bisa membencimu.

Tadi sepanjang acara, aku hanya memandangmu dari kejauhan dan mencuri pandanganmu diam-diam. Aku sangat ingin menyapamu dan bercanda tawa melelehkan segenggam rindu yang membeku. Tapi sejak selesai acara pun, kita tidak saling menyapa. Aku sangat benci dengan hal itu. Sepertinya kamu masih memikirkan masalahmu itu dan memendamnya saja. Aku bisa rasakan itu dari gerak gerik dan tatapan matamu.

Setelah kembali ke sma dan sholat, setelah aku melihat khos dan rikky berduaan, setelah ternyata aku merasa cemburu dengan mereka berdua. Ah yasudahlah.. lupakan

Lalu setelah itu, aku berniat untuk kembali kerumah untuk mengambil laptop dan mengerjakan tugas yang harus kuselesaikan. Kemudian pulang, tapi ternyata tidak semudah yang aku kira. Aku makan, mandi, dan sholat lalu menunggu diantar. Akhirnya sampai ke sma sore. Disana ada kamu dan rikky. Saat itu pun kamu masih berkutat dengan berbagai tugas yang kamu kerjakan dengan rikky. Aku hanya diam dan memandangmu diam-diam. 

Setelah itu aku mengecas laptop, tidak berapa lama kemudian kamu  menghampiri dan menyapaku. Aku sangat senang sekali. Tapi aku terlihat cuek dan pura-pura tidak peduli. Setelah tugasku selesai, aku langsung membereskan laptop dan bukuku. Aku ngobrol-ngobrol sebentar denganmu dan oyong. Aku duduk disampingmu dan kupandangi kamu dengan sangat dalam. Sungguh bahagia aku pada saat itu. Memandang wajahmu dan melihat senyum manismu. Memperhatikan setiap raut wajahmu. Akhirnya suasana pun pecah seiring canda tawa yang kita ciptakan.

Bagiku kamu masih seseorang yang misterius dan sulit ditebak, sayang. Meskipun beberapa kali kamu menyakitiku tapi aku tidak bisa membencimu. Terlebih tadi kamu sudah membuatku tersenyum lebar dan merasa teramat sangat bahagia. Disampingmu, memandang wajahmu, melihat tawa dan senyummu.

Maaf, aku teramat sangat menyayangimu…
ILYSM:*{}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar