Selasa, 15 Desember 2015



Keep Strong!!
Sabtu, 10 Januari 2015

Saya tidak pernah mengalami seperti ini sebelumnya. Rasanya sakit.. Sakiitt sekali.. Entahlah

Kebimbangan dan keraguan dalam diri saya semakin menjadi-jadi. Keirian saya dengan teman-teman semakin membuat saya rendah. Direndahkan orang-orang semakin membuat saya takut. Apakah sampai begini yang saya alami?? Mungkin kah orang lain juga pernah mengalami seperti saya?? Sepertinya tidak.

Saya ingin berubah ditahun baru ini. Tapi sekeliling saya malah semakin membuat saya jatuh. Saya semakin terpuruk. Saya merasakan apa yang tidak pernah kalian rasakan sedikit pun. Dan disetiap orang yang saya sukai dan ingin saya mengerti pasti hanya sekadar untuk mendengarkan saja. Mereka tidak mau mengerti. Setiap kali saya menyukai seseorang, peristiwa itu oun terjadi berulang kali. Apakah saya hanya ditakdirkan untuk menjadi seperti ini?

Saya juga tidak pernah tau masa depa saya nanti seperti apa. Mungkin memang, saya tidak akan kuliah. Kehidupan keluarg asay ayang seperti ini membuat saya semakin terendahkan. Saya tertekan! Saya sakit didalam! Saya benci entah dengan siapa. Saya iri. Saya ingin mengakhiri semua ini.

Jika diperbolehkan untuk kembali kerahim ibu, saya akan mengubah scenario dan merancangnya sedemikian rupa. Saya ingin ada orang yang mengerti saya. Saya ingin seperti teman-teman yang setiap pagi selalu dibuatkan sarapan oleh ibunya. Yang selalu bisa kemana saja tanpa orang tua. Yang selalu bisa memnuhi kebutuhannya sendiri dengan usahanya sendiri. Yang selalu bercerita dan dimenegrti oleh ibunya. Yang cerdas, pintar, dan bisa diandalkan. Yang tidak pelupa dan ceroboh. Yang lebih baik dari yang lain.

Tidak ada manusia sempurna didunia ini. Tapi sempurna dihadapan orang tua dan Allah.. saya masih belum bisa memenuhi semua itu. Saya begitu lemah menghadapi semua ini. Ingin bercertia pada orang lain. Tapi apalah jika hanya didengarkan jika tidak akan dimengerti dan memahami perasaan saya.

Saya hanya bisa tersenyum dihadapan mereka. Merasa semuanya baik-baik saja. Tidak ada kata lain selain membuat mereka tertawa dan bahagia. 

Entah berjuta bahkan ribuan kata berkutat dipikiran saya yang tidak bis asaya ungkapakan dengan lisan. Hanya jentikan jemari yang jelek ini. Saya teringat mimpi saya semalam. Setelah saya bercakap dengan ibu saya tentang masa depan saya yang hanya dijawab acuh tak acuh. Semalam saya bermimpi bahwa saya masuk ke universitas yang entah dimana dan menanyakan jurusan dosen yang tiba2 mimpi itu sangat aneh bagi saya. Entah apa arti dari mimpi itu saya pun tidak mengerti.

Saya ingin sekali mengungkapkan semua isi hati saya. Tapi bermilyar kosakata dalam berbagai bahasa pun mungkin tidak akan sanggup untuk mengungkapkannya. Saya sangat ingin seperti mereka.

Menyukai seseorang juga merupakan penyemangat saya. Tapi apalah arti sebuah cinta tak berbalas dan cinta bertepuk sebelah tangan itu. Hanya sia-sia saja. 

Seiring waktu saya menjadi orang yang pelamun dan pendiam lagi. Saya senitif. Saya peka. Saya selalu  negative thinking. Saya sekarang menjadi orang yang penakut. Saya parno-an. Saya sekarang berubah..

Saya menulis ini ketika air mata saya sudah kering, tidak mampu lagi jatuh dan membasahi pipi disetiap malam menemani saya. Malam ini penjaga malam datang. Bintang-bintang berjajar rapi membentuk garis yang berinisialkan namamu. Tapi mengapa malam ini saya sedih? Mengapa mala mini saya sakit? Saya tidak tahu harus berkata apa lagi.

Disetiap hembusan nafas, detak jantung, dan denyut nadi saya selalu teringat segala hal tentang impian saya..
Semoga semua yang saya impikan terkabul. Amiin Ya Allah.. J
Sesuatu yang tak kumengerti
Sakit sekali.. L
Semoga anda semua mengerti J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar