Minggu, 13 Desember 2015



Denting Piano Malam Ini
Minggu, 19 Oktober 2014


Angin malam menusuk lembut kulitku malam ini. Ketika penjaga malam mulai bersinar, kutatap wajahnya dalam-dalam. Bintang-bintang masih berjajar rapi membentuk garis yang berinisialkan namamu diangkasa. Rembulan pun masih duduk disinggah sananya dan tersenyum bahagia melihat keceriaanku akhir-akhir ini, tanpa setetes air yang biasanya jatuh dipipi. Malam ini masih sama seperti kemarin. Cerah.

Setiap malam kumengingatmu. Berharap pesan singkatmu melayang diponselku. Menemani hari-hari sepiku tanpa seseorang. Kamu mulai mengisi disetiap lembaran-lembaran hatiku, memenuhi disudut-sudut otakku yang kosong. Kamu ada disetiap ku ingin membutuhkanmu. Kamu hampir menjadi bagian dari hari-hariku. Pesan singkat, kecupan berbentuk tulisan, dan canda tawa kita terkadang memecah keheningan malam.  Tapi semua berubah ketika kamu sudah dekat denga dia, yang juga teman dekatmu itu. Tapi.. ah yasudahlah lupakan saja.. -_-‘

Malam ini, ketika aku ingin mengetahui kabarmu dengan ditatap wajah sang malam. Ketika pesan singkat kita saling beradu memeriahkan suasana malam ini. Ketika tiba-tiba ponselku berdering tanpa sepengetahuanku. Dan aku ingin kamu mengulanginya lagi. Dan getaran ponselku yang kedua aku angkat. Terdengar desah suaramu diseberang telepon.

“Halo, assalamualaikum..” ,sapa doraemon</3.
“Halo, waalaikumsalam..”
Hening tiga detik.
“Hee ono opo eg io??”
“Heh gaono opo2”
Suara gemeresek mengganggu suasana.
“Eh, kw iki ng njobo noh??”
“Heehh opoooo…????”
“Kw iki ng njobo??”
“Oh, ogak og, ng ruang tamu”
“Oh gapopo”
Suara denting piano mulai bersahutan.
Ting tung tang ting tong (perasaan suara piano gak kyok ngnu eg, pooongg) :/
“Hee kw krungu tah gak eg??”
Suara piano lagi..
“Krungu krungu og..”
Tiba-tiba nada lagu A Thousand Years pun mengalun lembut. Diiringi desah suaramu yang tenggelam dalam alunan denting piano. Aku pun terhanyut dalam  kesyahduan yang kau ciptakan. Memecah kesunyian malam dengan bintang yang berjaga malam ini. Terdengar samar desah suaramu tenggelam dalam alunan denting piano.

Intro…………………….
…..heart beat fast
Colour and promises
How to be brave
How can love when I’m afraid to fall..
……..
……….
……………
………………..
I have a died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have love you for a thousand years
I love you for a thousand more….
…..
…….
Desah suaramu terdengar samar. Aku ikut menyanyi dalam hati sambil menikmati disetiap denting piano dan merekam disetiap kata yang kau hembuskan dengan  lembut malam ini.
Ketika lagu itu habis seketika kita mulai berdialog sebentar.
“Hahaha welik eg..”
“Apik og io, meneh taaahh…”
“Moh ahh welik og..”
“Gak gak, apik og…”
“Yoo. Ganti lagu ya..”
Suara denting piano..
Ting tung tang tong teng.
“Hemm salah aa”
“Em yoyoyooo”
Seketika terdengar nada lagu Someone Like You. Masih sama seperti tadi. Desah suaramu yang samar tenggelam dam alunan denting piano..

Intro…..
I heard that you settled down
That found a girl and your married now….

……
………
………….
……………
Nevermind I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me I bag
I remember you said
“Sometimes in last in love. But sometimes in heart instead…” 2x
………
………….
………………
………………………
Nothing  comparess
Back to reff dan blablablablabla……………..
Akhirnya lagu itu pun selesai dan kembali kita berdialog sebentar.
“Batereku ntek pong haha”
“Halah2 kw og gak mbo ces. Neh tah ioo..”
“Wes ya, tak maen dewe neh yaa..”
“Hala neh tah iiooo…”
“Batereku ntek ndul”
“Ohh yowesah nek ngnu..”
“Y owes yaa.. assalamualaikum..”
“Yoo waalaikumsalam..”

Dua lagi sudah lebih dari cukup bagiku. Denting piano, lagu A Thousand Years dan Someone like you menjadi sakasi malam ini. Setidaknya sudah mencairkan segenggam rindu dalam hati. J


#batereku ape ntek pdowae.. hahaha michu:* 08:32 waktu panggilan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar