Denting Piano Malam Ini
Minggu,
19 Oktober 2014
Angin
malam menusuk lembut kulitku malam ini. Ketika penjaga malam mulai bersinar,
kutatap wajahnya dalam-dalam. Bintang-bintang masih berjajar rapi membentuk
garis yang berinisialkan namamu diangkasa. Rembulan pun masih duduk disinggah
sananya dan tersenyum bahagia melihat keceriaanku akhir-akhir ini, tanpa
setetes air yang biasanya jatuh dipipi. Malam ini masih sama seperti kemarin.
Cerah.
Setiap
malam kumengingatmu. Berharap pesan singkatmu melayang diponselku. Menemani
hari-hari sepiku tanpa seseorang. Kamu mulai mengisi disetiap lembaran-lembaran
hatiku, memenuhi disudut-sudut otakku yang kosong. Kamu ada disetiap ku ingin
membutuhkanmu. Kamu hampir menjadi bagian dari hari-hariku. Pesan singkat, kecupan
berbentuk tulisan, dan canda tawa kita terkadang memecah keheningan malam. Tapi semua berubah ketika kamu sudah dekat
denga dia, yang juga teman dekatmu itu. Tapi.. ah yasudahlah lupakan saja..
-_-‘
Malam
ini, ketika aku ingin mengetahui kabarmu dengan ditatap wajah sang malam.
Ketika pesan singkat kita saling beradu memeriahkan suasana malam ini. Ketika
tiba-tiba ponselku berdering tanpa sepengetahuanku. Dan aku ingin kamu
mengulanginya lagi. Dan getaran ponselku yang kedua aku angkat. Terdengar desah
suaramu diseberang telepon.
“Halo,
assalamualaikum..” ,sapa doraemon</3.
“Halo,
waalaikumsalam..”
Hening
tiga detik.
“Hee
ono opo eg io??”
“Heh
gaono opo2”
Suara
gemeresek mengganggu suasana.
“Eh,
kw iki ng njobo noh??”
“Heehh
opoooo…????”
“Kw
iki ng njobo??”
“Oh,
ogak og, ng ruang tamu”
“Oh
gapopo”
Suara
denting piano mulai bersahutan.
Ting
tung tang ting tong (perasaan suara piano gak kyok ngnu eg, pooongg) :/
“Hee
kw krungu tah gak eg??”
Suara
piano lagi..
“Krungu
krungu og..”
Tiba-tiba
nada lagu A Thousand Years pun mengalun lembut. Diiringi desah suaramu yang
tenggelam dalam alunan denting piano. Aku pun terhanyut dalam kesyahduan yang kau ciptakan. Memecah
kesunyian malam dengan bintang yang berjaga malam ini. Terdengar samar desah
suaramu tenggelam dalam alunan denting piano.
Intro…………………….
…..heart
beat fast
Colour
and promises
How
to be brave
How
can love when I’m afraid to fall..
……..
……….
……………
………………..
I
have a died everyday waiting for you
Darling
don’t be afraid I have love you for a thousand years
I
love you for a thousand more….
…..
…….
Desah
suaramu terdengar samar. Aku ikut menyanyi dalam hati sambil menikmati disetiap
denting piano dan merekam disetiap kata yang kau hembuskan dengan lembut malam ini.
Ketika
lagu itu habis seketika kita mulai berdialog sebentar.
“Hahaha
welik eg..”
“Apik
og io, meneh taaahh…”
“Moh
ahh welik og..”
“Gak
gak, apik og…”
“Yoo.
Ganti lagu ya..”
Suara
denting piano..
Ting
tung tang tong teng.
“Hemm
salah aa”
“Em
yoyoyooo”
Seketika
terdengar nada lagu Someone Like You. Masih sama seperti tadi. Desah suaramu
yang samar tenggelam dam alunan denting piano..
Intro…..
I
heard that you settled down
That
found a girl and your married now….
……
………
………….
……………
Nevermind
I’ll find someone like you
I
wish nothing but the best for you too
Don’t
forget me I bag
I
remember you said
“Sometimes
in last in love. But sometimes in heart instead…” 2x
………
………….
………………
………………………
Nothing comparess
Back
to reff dan blablablablabla……………..
Akhirnya
lagu itu pun selesai dan kembali kita berdialog sebentar.
“Batereku
ntek pong haha”
“Halah2
kw og gak mbo ces. Neh tah ioo..”
“Wes
ya, tak maen dewe neh yaa..”
“Hala
neh tah iiooo…”
“Batereku
ntek ndul”
“Ohh
yowesah nek ngnu..”
“Y
owes yaa.. assalamualaikum..”
“Yoo
waalaikumsalam..”
Dua
lagi sudah lebih dari cukup bagiku. Denting piano, lagu A Thousand Years dan
Someone like you menjadi sakasi malam ini. Setidaknya sudah mencairkan
segenggam rindu dalam hati. J
#batereku
ape ntek pdowae.. hahaha michu:* 08:32 waktu panggilan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar