Minggu, 13 Desember 2015



Sayang Kamu :’*
Sabtu, 04 Oktober 2014

Sudah beribu bahkan berjuta kata yang terlontar dari setiap jentikan jemariku ini. Aku bahkan sudah hampir kehilangan inspirasi, motivasi, dan semangat, serta mimpi. Kamu. Ya, kamu hadir membangun dan membangkitkan kembali semua yang sudah hilang dalam diriku. Merajut angan, mimpi, dan harapan. Merangkai sebuah kisah tentang aku dan kamu. Tidak banyak untaian huruf yang kususun malam ini. Cukup singkat saja tapi bermakna dalam.
Kamu masih menjadi bagian dari hari-hariku. Disetiap pesan singkat, pertemuan, percakapan, dan apapun itu yang cukup membuang butir demi butir kesepian hari-hariku. Kamu mulai mengisi lembaran-lembaran kosong dihatiku. Menghiasi disetiap sudut-sudut otakku. Aku mulai menaruh harapan dan kepercayaan padamu. Terlebih disetiap percakapan kita dalam bentuk tulisan yang setiap malam kita lakukan. Memecah dikeheningan malam. Mencuri malam dengan langit yang tak berujung, tak bertepi. Canda tawa, kecupan dan pelukan berbetnuk tulisan, perhatian, semua tentangmu yang membuatku semakin takut mencintaimu. Kamu berbeda. Kamu bias menyamankanku disaat aku berada didekatmu.
Hari demi hari kita lewati bersama. Dengan atau tanpa pesan singkat sama sekali. Pun itu pertemuan singkat. Disetiap pertemuan aku selalu mencuri pandangan darimu. Memandangmu dari kejauhan, wajah sampingmu yang begitu indah diterpa angin, tersorot mentari pagi. Sapaan lembutmu mengawali pagi yang indah. Seulas senyum manis mendinginkan ditengah siang hari yang terik itu. Secuil perhatian dan ucapan malam kau bisikan untuk menutup mataku. Kamu hadir disetiap bunga tidurku. Mimpi indah yang kuharapkan setiap waktu. Setiap kali senja menutup mata, aku selalu berdelusi tentangmu. Dan ketika malam pun menerpa, setetes butir rindu jatuh menghadapmu. Mengalir deras tanpa henti. Teringat akan semua tentang masa lalu yang dulu teramat sangat indah bagiku. Lagu Doraemon pun menjadi saksi malam itu. Ketika air tertahan dipelupuk mata dan jatuh membasahi pipi, kamu mengusap dengan anganmu dari jauh. Kurasakan itu. Dulu.. kita berada dalam dua roda yang berputar, bersandar dipundak, dan tidur dipangkuan. Dulu itu sangat indah bukan??
Tapi semua berubah ketika kamu ternyata sudah dekat dengan dia. Iya, dia yang kamu anggap hanya sebatas teman itu cukup membuatku sedikit retak. Tak layak jika aku cemburu karena dia. Aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka jika melihatmu dengan dia. Entahlah.
Kedekatanmu dengan dia melebihi kedekatanmu denganku. Aku mulai menyayangimu..
Dan, diantara takbir yang berkumandang
Diantara mata yang tertutup
Aku ingin kita berdua besok bisa pergi bersama
Amin Ya Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar