Sayang
Kamu :’*
Sabtu, 04 Oktober 2014
Sudah beribu bahkan
berjuta kata yang terlontar dari setiap jentikan jemariku ini. Aku bahkan sudah
hampir kehilangan inspirasi, motivasi, dan semangat, serta mimpi. Kamu. Ya,
kamu hadir membangun dan membangkitkan kembali semua yang sudah hilang dalam
diriku. Merajut angan, mimpi, dan harapan. Merangkai sebuah kisah tentang aku
dan kamu. Tidak banyak untaian huruf yang kususun malam ini. Cukup singkat saja
tapi bermakna dalam.
Kamu masih menjadi
bagian dari hari-hariku. Disetiap pesan singkat, pertemuan, percakapan, dan
apapun itu yang cukup membuang butir demi butir kesepian hari-hariku. Kamu
mulai mengisi lembaran-lembaran kosong dihatiku. Menghiasi disetiap sudut-sudut
otakku. Aku mulai menaruh harapan dan kepercayaan padamu. Terlebih disetiap
percakapan kita dalam bentuk tulisan yang setiap malam kita lakukan. Memecah
dikeheningan malam. Mencuri malam dengan langit yang tak berujung, tak bertepi.
Canda tawa, kecupan dan pelukan berbetnuk tulisan, perhatian, semua tentangmu
yang membuatku semakin takut mencintaimu. Kamu berbeda. Kamu bias menyamankanku
disaat aku berada didekatmu.
Hari demi hari kita
lewati bersama. Dengan atau tanpa pesan singkat sama sekali. Pun itu pertemuan
singkat. Disetiap pertemuan aku selalu mencuri pandangan darimu. Memandangmu
dari kejauhan, wajah sampingmu yang begitu indah diterpa angin, tersorot
mentari pagi. Sapaan lembutmu mengawali pagi yang indah. Seulas senyum manis
mendinginkan ditengah siang hari yang terik itu. Secuil perhatian dan ucapan
malam kau bisikan untuk menutup mataku. Kamu hadir disetiap bunga tidurku.
Mimpi indah yang kuharapkan setiap waktu. Setiap kali senja menutup mata, aku
selalu berdelusi tentangmu. Dan ketika malam pun menerpa, setetes butir rindu
jatuh menghadapmu. Mengalir deras tanpa henti. Teringat akan semua tentang masa
lalu yang dulu teramat sangat indah bagiku. Lagu Doraemon pun menjadi saksi
malam itu. Ketika air tertahan dipelupuk mata dan jatuh membasahi pipi, kamu
mengusap dengan anganmu dari jauh. Kurasakan itu. Dulu.. kita berada dalam dua
roda yang berputar, bersandar dipundak, dan tidur dipangkuan. Dulu itu sangat
indah bukan??
Tapi semua berubah
ketika kamu ternyata sudah dekat dengan dia. Iya, dia yang kamu anggap hanya
sebatas teman itu cukup membuatku sedikit retak. Tak layak jika aku cemburu
karena dia. Aku tidak cemburu, aku hanya tidak suka jika melihatmu dengan dia.
Entahlah.
Kedekatanmu dengan dia
melebihi kedekatanmu denganku. Aku mulai menyayangimu..
Dan,
diantara takbir yang berkumandang
Diantara
mata yang tertutup
Aku
ingin kita berdua besok bisa pergi bersama
Amin
Ya Allah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar