Jumat, 11 Desember 2015



Nothing Impossible!! :’)

Sudah satu tahun kita bersama di satu organisasi yang sama ini. Dirimu yang selalu ku puja dalam diam, ku tatap dalam keheningan, dan kipikirkan dalam lamunan. Membuatku semakin penasaran dengan sifat cuek yang menjadi cirri khasmu itu. Aku berusaha memahami kemisteriusanmu, Tuan.

Entah hal apa yang bisa membuatku jatuh seperti ini. Terlebih disetiap aku menyapamu yang takkau hiraukan sama sekali. Tapi hal itu cukup membuatku semakin ingin lebih dekat denganmu.  Terkadang hati ini tergores luka saat aku melihat kamu dengan orang lain. Tapi, siapa aku? Aku bukan siapa-siapamu!

Di setiap event yang kita ikuti bersama, aku sangat bahagia jika bisa melihatmu meski hanya wajah samping manismu itu. Kau yang selalu jalan berlalu didepan mataku dan menciptakan getaran hebat dijantung ini. Cukup melihatmu saja aku sudah bisa tersenyum. Saat waktu aku jaga gerbang, kamu lewat tanpa permisi, tanpa ekspresi, dan tanpa senyuman sepercik pun. Tapi, aku suka itu. Kamu dengan motor kesayanganmu itu, helm putih, tas punggung warna hitam, dan seragam putih abu-abumu semakin membuatku terpikat dengan seribu pesona yang kamu miliki. Wajah lugumu disorot oleh sinar mentari pagi, hembusan nafas dan detak jantung ini berhenti saat kamu lewat didepanku. Namun, aku ditakdirkan untuk menjadi pemuja rahasia saja.

Dulu.. Aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan, mencuri kabarmu dari social media yang tak tersentuh. Aku juga bahagia saat bisa menggenggam tanganmu saat bersalaman di bukber capas malam itu. Iya, sungguh. Hanya bisa mengagumimu dari kejauhan dan memilikmu hanyalah angan-angan. Tapi... Semuanya berbeda ketika kita saling bertukar pandang.

Sesuatu yang tak pernah kuharapakan dan kubayangkan dari dulu. Sesuatu yang teramat sangat tidak mungkin bagiku. Sesuatu yang membuatku terjubak dalam pusaran arus deras yang mematikan ini. Sesuatu yang membuatku jatuh terlalu dalam di jurang yang sedalm dan securam ini. Ya, semua ini terjadi padaku. Sosokmu yang begitu misterius tiba-tiba hadir dengan seribu harapan yang kamu miliki.

Berawal dari inbox di fesbuk itu, membuatku semakin bertanya-tanya apakah semua ini mimpi atau nyata. Aku pun berterimakasih atas bahasa Jepang yang kubisa dan yang membuatmu tertarik untuk menginboxku. Terlebih disaat kamu meminta nomor hapeku lewat inbox itu. Hari selasa, 23 Juli menjadi hari bersejarah untukku. Karena malam itu untuk pertama kalinya seorang Mahmud Khoirul Umam mengirim pesan singkat kepada seorang Yunita Silviani. Hahaha :D tidak lucu!Bukankah didunia ini tidak ada yang mungkin? Lalu semua itu apakah mimpi atau hanya delusi belaka? Entahlah. Tapi semua ini memang sudah terjadi padaku. Sesuatu yang tidak mungkin akhirnya mungkim terjadi.

Kita pun mulai saling mengisi hari demi hari. Dengan sebuah pesan singkat dan saling menunggu kabar yang akan melayang dimasing-masing ponsel. Saling berbagi cerita satu sama lain. Saling bercanda tawa dengan segudang topic yang kita perbincangkan. Aku masih tidak percaya bahwa semua ini akan terjadi padaku. Yang dulu aku kira hanya delusi dan hanya sebuah mimpi yang tak pernah bisa ku capai.

Ternyata kamu tidak secuek apa yang aku kira. Tapi kamu sepehape apa yang tidak aku kira. Nahlohh?? *Lupakan sajalahh..
Dan.. Setelah sekian lama kita tidak bertemu diakhir bulan ramadhan kemarin. Tadi, akhirnya aku bisa berjumpa denganmu lagi dalam acara halal bi halal passus dan dewan passus. Hari yang sangat bahagia untukku. Kamu, dengan baju lengan pendek berwarna merah tua kecoklatan dan motor kesayanganmu itu semakin menarik perhatianku. Datang dengan berbagai suatu hal yang membahagiakan untukku.

Disetiap berhenti dirumah guru yang kita kunjungi bersama. Dengan tatapan tajam, aku memandangimu diam-diam, menatapmu dalam-dalam, mendengar desah suaramu dalam alunan, melihat wajah manismu dari kejauhan. Kamu yang sedang asyik bercengkrama dengan teman-temanmu itu semakin mencuri perhatianku. Tawa renyah seakan menjadi music indah yang kudengar siang tadi. Sepercik senyum manis seakan menjadi pemandangan indah yang tidak bisa aku lupakan sampai detik ini. Dan.. Tatapan mata yang aku harapkan dari dulu pun menuju kearahku. 

Dari jauh terlihat samar. Dirimu yang selalu ku delusikan akhirnya menjadi kenyataan. Tidak hanya di mimpi, tapi ini memang benar-benar nyata. Waktu siang tadi rasanya sangat tidak cukup untuk memandangimu lebih lama lagi. Meski tidak bersalaman, meski tak terucap sepatah kata pun. Setidaknya aku bisa melihatmu dengan hatiku hari ini.

Aku pun mulai menaruh harapan dan kepercayaan padamu. Terlebih disaat aku mulai menunggu pesan singkat yang akan kamu layangkan diponselku dan segenggam rindu yang menggumpal dalam hati dan hanya bisa mencair dengan sebuah pertemuan. Tapi.. Sepertinya aku membuat kesalahan lagi padamu. Aku dengan polosnya bilang bahwa orang itu adalah kamu. Semua yang aku ceritakan padamu adalah kamu. Semua yang pernah kamu baca adalah kamu. Iya, kamu.

Tapi.. Aku bingung sama perasaanku saat ini. Diantara mumumu sama kamu. Entahlah.
Tadi sore kamu kasih aku harapan tinggi, tinggiiiiii banget. Tapi kamu jatuhin gitu aja tanpa rasa bersalah, tanpa ekspresi tak berdosa. Jangan kasih harapan ke aku kalo kamu gabisa buktiin. Setidaknya aku merasa bahagia untuk hari ini. Untuk keajaiban hari ini aku sangat bersyukur kepada Tuhan. Thankyou J
Dari pemuja rahasiamu yang selalu menatapmu diam-diam
Yang sekarang mulai menyayangimu dengan penuh harapan :’)
31-07-2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar