Minggu, 16 Agustus 2015



Dan Lagi, Tentang Kamu...
Sabtu, 8 Juni 2014
Pukul 00.35

Hari ini, sabtu, delapan Juni duaribuempatbelas, aku, melihatmu (lagi). Setelah sekian lama kita tidak bertemu, tadi aku melihatmu untuk yang kesekian kalinya. Meski terlihat samar dari kejauhan. Saat aku menunggu temanku didepan kelas sepuluh ipees satu, aku berdiri sambil memperhatikan sekelilingku. Tidak sengaja aku melihatmu saat keluar dari ruangan tes, yaitu kelasmu sendiri, kelas sebelas bahasa. Ya, benar, itu memang kamu. Kamu berjalan dengan tas jinjing berwarna hitammu itu berjalan menerobos kerumunan orang dan berjalan menuju kelas sepuluh bahasa. Sepertinya kamu sedang menunggu temanmu.

Disaat aku mengobrol dengan temanku, aku lebih memilih untuk berpura-pura tidak melihatmu. Aku lebih memilih diam dan memalingkan pandangan bola mataku. Tapi, aku tidak bisa. Tetap saja bola mataku ini bergerak memutar kearahmu. Yang sedang bercanda tawa dengan seseorang. Sesekali aku melihatmu meski samar. Peristiwa yang kuanggap hanya sebuah delusi itu semakin mencekik mata batinku, mengaburkan pandanganku untuk terus melihat kearahmu. Wajahmu yang tersorot sinar mentari dengan tingkah lucumu itu. Saat aku ditinggal temanku (nila), aku pun berniat mengejarnya yang melewatimu. Tapi aku tidak, Lebih baik aku menghindarimu agar tidak tertabrak oleh dinding tebal yang kau buat itu untukku dan berjalan dibawahmu agar tidak berpapasan denganmu. 

Saat teringat arifa, aku pun membalikkan badan tepat setelah melewatimu. Berbalik menuju kelas sebelas ipees satu, dan menunggu arifa keluar dari ruangan tes. Saat menunggu, ternyata kamu masih didepan kelas itu. Memperhatikanmu dari kejauhan. Andai waktu itu aku memakai kacamata. Akan kuperhatikan tingkahmu dan raut mukamu dengan detail, tidak akan kulewatkan seinci pun. Dan akhirnya arifa pun keluar, tapi masih menunggu temannya. Setelah itu, kami pun berjalan melewati tempat dimana ada sosokmu diatas situ. Arifa terus saja memaksaku untuk melihat keatas, namun aku hiraukan. Aku berniat untuk menceritakan arifa tentang mimpiku semalam. Seraya makan eskrim dibelakang kelas sepuluh miia empat. Aku bercerita tentang mimpiku, lebih tepatnya tentang kamu. 

Semalam setelah aku ketiduran dengan buku sosilogi dan agamaku, sekitar jam dua aku bangun dan membereskan buku-bukuku yang berserakan itu. TIdur dan terlelap dalam dinginnya malam. Sebuah bunga tidur, tentang pesan singkat dan social media. Dalam mimpiku, tiba tiba kamu mengirimkan pesan singkat. Di pesan singkat itu kamu menuliskan bahwa kamu merindukanku dan aku pun juga merindukanmu, kamu masih sayang aku dan aku pun masih sangat sayang kamu. Pesan singkat itu sangat panjang sampai aku lupa untuk mengingatnya. 

Mengapa demikian?? Disaat aku sudah mulai lupa dengan apa yang pernah kita lakukan bersama. Tiba-tiba kamu datang dimimpiku dengan pesan singkat seperti itu. Apalagi mimpiku tentang sosmed, fesbuk. Disitu bertuliskan statusmu yang berpacaran dengan “Dia”. Dia? Dia siapa? Pacar barunya. Ya, tepat sekali, Pacarmu dari muhammmadiyah kan? Apakah tidak terbesit dipikiranmu untuk sesekali tidak menyakitiku? Hhah? Menyakitiku? Membuatku tersenyum saja aku bersyukur? Yang ada setiap malam aku (masih) meneteskan airmata untukmu. Mungkin benar, aku memang terlalu berkorban dan terlalu berjuang untuk orang yang salah, untuk orang yang sangat tidak pantas diperjuangkan. Entahlah.

Aku memang terlalu bodoh dalam hal cinta. Apa yang dikatakan teman-temanku memang benar. Dia tidak pantas untukku. Aku terlalu berlebihan untuk menyayangimu. Terlebih kemarin aku habis ulang tahun. Pasti kamu tidak mengucapkan ultah padaku lewat fesbuk kan?? Yaiyalah!!! Tidak mungkin kamu mengucapkannya. Pasti kamu lupa. Sekarang aku juga sudah ragu dan malas untuk mengucapkan ultah dan memberikan sesuatu padamu. Cukup!!! Sekarang aku mau tidur!! Aku tidak mau berkutik tentangmu lagi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar