Dan Lagi, Tentang Kamu...
Sabtu, 8 Juni 2014
Pukul 00.35
Hari ini, sabtu, delapan Juni duaribuempatbelas,
aku, melihatmu (lagi). Setelah sekian lama kita tidak bertemu, tadi aku
melihatmu untuk yang kesekian kalinya. Meski terlihat samar dari kejauhan. Saat
aku menunggu temanku didepan kelas sepuluh ipees satu, aku berdiri sambil
memperhatikan sekelilingku. Tidak sengaja aku melihatmu saat keluar dari
ruangan tes, yaitu kelasmu sendiri, kelas sebelas bahasa. Ya, benar, itu memang
kamu. Kamu berjalan dengan tas jinjing berwarna hitammu itu berjalan menerobos
kerumunan orang dan berjalan menuju kelas sepuluh bahasa. Sepertinya kamu
sedang menunggu temanmu.
Disaat aku mengobrol dengan temanku, aku lebih
memilih untuk berpura-pura tidak melihatmu. Aku lebih memilih diam dan
memalingkan pandangan bola mataku. Tapi, aku tidak bisa. Tetap saja bola mataku
ini bergerak memutar kearahmu. Yang sedang bercanda tawa dengan seseorang.
Sesekali aku melihatmu meski samar. Peristiwa yang kuanggap hanya sebuah delusi
itu semakin mencekik mata batinku, mengaburkan pandanganku untuk terus melihat
kearahmu. Wajahmu yang tersorot sinar mentari dengan tingkah lucumu itu. Saat
aku ditinggal temanku (nila), aku pun berniat mengejarnya yang melewatimu. Tapi
aku tidak, Lebih baik aku menghindarimu agar tidak tertabrak oleh dinding tebal
yang kau buat itu untukku dan berjalan dibawahmu agar tidak berpapasan
denganmu.
Saat teringat arifa, aku pun membalikkan badan tepat
setelah melewatimu. Berbalik menuju kelas sebelas ipees satu, dan menunggu
arifa keluar dari ruangan tes. Saat menunggu, ternyata kamu masih didepan kelas
itu. Memperhatikanmu dari kejauhan. Andai waktu itu aku memakai kacamata. Akan
kuperhatikan tingkahmu dan raut mukamu dengan detail, tidak akan kulewatkan
seinci pun. Dan akhirnya arifa pun keluar, tapi masih menunggu temannya.
Setelah itu, kami pun berjalan melewati tempat dimana ada sosokmu diatas situ.
Arifa terus saja memaksaku untuk melihat keatas, namun aku hiraukan. Aku
berniat untuk menceritakan arifa tentang mimpiku semalam. Seraya makan eskrim
dibelakang kelas sepuluh miia empat. Aku bercerita tentang mimpiku, lebih
tepatnya tentang kamu.
Semalam setelah aku ketiduran dengan buku sosilogi dan
agamaku, sekitar jam dua aku bangun dan membereskan buku-bukuku yang berserakan
itu. TIdur dan terlelap dalam dinginnya malam. Sebuah bunga tidur, tentang
pesan singkat dan social media. Dalam mimpiku, tiba tiba kamu mengirimkan pesan
singkat. Di pesan singkat itu kamu menuliskan bahwa kamu merindukanku dan aku
pun juga merindukanmu, kamu masih sayang aku dan aku pun masih sangat sayang
kamu. Pesan singkat itu sangat panjang sampai aku lupa untuk mengingatnya.
Mengapa demikian?? Disaat aku sudah mulai lupa
dengan apa yang pernah kita lakukan bersama. Tiba-tiba kamu datang dimimpiku
dengan pesan singkat seperti itu. Apalagi mimpiku tentang sosmed, fesbuk.
Disitu bertuliskan statusmu yang berpacaran dengan “Dia”. Dia? Dia siapa? Pacar
barunya. Ya, tepat sekali, Pacarmu dari muhammmadiyah kan? Apakah tidak
terbesit dipikiranmu untuk sesekali tidak menyakitiku? Hhah? Menyakitiku?
Membuatku tersenyum saja aku bersyukur? Yang ada setiap malam aku (masih)
meneteskan airmata untukmu. Mungkin benar, aku memang terlalu berkorban dan
terlalu berjuang untuk orang yang salah, untuk orang yang sangat tidak pantas
diperjuangkan. Entahlah.
Aku memang terlalu bodoh dalam hal cinta. Apa yang
dikatakan teman-temanku memang benar. Dia tidak pantas untukku. Aku terlalu
berlebihan untuk menyayangimu. Terlebih kemarin aku habis ulang tahun. Pasti kamu
tidak mengucapkan ultah padaku lewat fesbuk kan?? Yaiyalah!!! Tidak mungkin
kamu mengucapkannya. Pasti kamu lupa. Sekarang aku juga sudah ragu dan malas
untuk mengucapkan ultah dan memberikan sesuatu padamu. Cukup!!! Sekarang aku
mau tidur!! Aku tidak mau berkutik tentangmu lagi!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar