Rabu, 18 November 2015



Selamat Ulang Tahun, Kamu
Jum’at, 20 Juni 2014  
Pukul 00.00

Detik-detik yang sangat berharga untuk pergantian hari ini. Ya, sangat bersejarah bagiku. Ditengah orang sedang tidur terlelap dan mimpi indah, aku masih bergulat dengan berbagai macam pikiran dalam otakku yang ditemani burung-burung kecil warna-warni ini. Sementara itu mataku masih terbelalak dan jemariku gatal untuk menggoreskan tinta dipagi ini untukmu, hanya kamu, dan demi kamu seorang.

Keheningan, kesunyian, dan dinginnya malam ini menambah daya ingatku disetiap kali kita bertemu, disetiap kali aku menatapmu dan memandangmu dari kejauhan. Disetiap pertemuan singkat yang terjadi. Aku memandangmu dari kejauhan yang terlihat samar, sorot matamu yang tidak pernah searah denganku. Aku sangat ingin memalingkan pandangan, tapi aku tidak bisa. Bola mataku ini (sangat) ingin melihat raut wajah manismu itu. Kupandang dengan (sangat) teliti. Kutatap dalam-dalam. Ku perhatikan setiap detailnya, takkan kulewatkan seinci pun. Berhias senyuman yang melukis sebuah lesung pipi di pipi kirimu itu. Tertata rapi, tak ada goresan, tak ada cacat sedikitpun. Terlihat indah dan mempesona. Sempurna.

Selama ini kamu masih menjadi pemeran utama disetiap bunga tidurku, disetiap cerita pendek dan puisi yang kubuat, dan disetiap ku menengadahkan tangan kuselipkan namamu disetiap butir doaku. Hanya Tuhan yang tahu semua itu. Disetiap pijakan langkah kakimu, tingkah lucumu, desah suaramu, serta senar gitar yang kau mainkan dengan petikan jemarimu itu dan disetiap nada yang kau ciptakan, ku rekam dalam memori otakku yang sudah melebihi kapasitas memori tentangmu. Lihatlah aku yang hanya bisa terdiam dan membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu dengan tulus namun kau hempaskan dengan begitu bulus. 

Kalau boleh jujur, burung-burung ini tidak bisa mewakili semua perasaan yang aku pendam selama ini. Perasaan ini terlalu dalam sehingga aku memutuskan untuk memendamnya dalam-dalam. Bahkan disetiap kata yang kuuntai menjadi sebuah paragraph yang tidak sempurna ini masih belum bisa menyatakan semua kata dan kalimat yang tersembunyi dalam hatiku. Bahkan beberapa lembar foto ini juga tidak bisa mewakili berapa kali kamu masuk kedalam mimpiku. Mungkin, aku memang ditakdirkan untuk menjadi pemuja rahasiamu saja. Mungkin, aku terlalu berlebihan untuk perasaan yang membunuhku secara perlahan ini. Mungkin, aku terlalu berharap banyak darimu. Dan, mungkin, aku masih belajar untuk melupakanmu.

Aku sudah cukup lelah untuk mengingat semua tentangmu. Mengharapkanmu, melamunkanmu, memikirkanmu, memperjuangkanmu, mempertahankanmu yang bahkan tidak pernah menghargai dan menganggap aku seutuhnya. Oh, iya. Sekarang ku dengar kamu sudah tidak sendiri lagi bukan? Semoga kamu bahagia dengannya yang lebih baik dari pada aku, lebih cantik, lebih pintar, dan lebih sempurna daripada aku. Semoga “dia” bisa memberikan apa yang tidak bisa ku berikan padamu. 

Dan.. Aku hanya ingin mengucapkan. Selamat Ulang Tahun, Kamu. Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezeki, tambah pintar, tambah disayang ortu, tambah ganteng, dan semoga semua harapan dan cita-cita kamu terkabul. Amin Ya Allah. J
Maaf, aku tidak bisa ngasih apa-apa buat kamu. Sebenarnya banyak banget yang ingin aku kasih dan ingin aku sampaikan kepada kamu, tapi aku hanya manusia biasa karena sempurna itu hanya milik Allah. Terimakasih sudah pernah menjadi bagian dari hidupku.

Satu lagi. Aku disini merindukan “kita” yang dulu.
Wish You All The Best, kakak..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar