Rabu, 18 November 2015



Keajaiban Untuk Hari Ini
Selasa, 17 Juni 2014

Aku masih berharap dapat bertemu denganmu untuk hari ini. Setelah semalam apa yang terjadi padaku. Aku menengadahkan tangan seraya berdoa jika kamu masih punya perasaan sama seperti denganku, izinkan aku untuk masuk kedalam bunga tidurmu yang indah itu. Tapi semuanya malah berbanding terbalik dengan apa yang kuutarakan dengan Tuhan. Kamu masuk kedalam mimpiku semalam.

Disaat aku sedang bercengkrama dengan teman-temanku didepan kelas, tiba-tiba kamu menghampiriku dengan beberapa teman dekatmu dan mendekatiku. Kamu yang pada saat itu juga sedang bercengkrama mendekatiku secara perlahan ke tempat dudukku. Aku pun dengan ekspresi sebal menghindarimu dan menolakmu mentah-mentah. Didalam mimpiku itu kamu menunjukkan bahwa kamu juga masih mempunyai perasaan yang sama seperti denganku. Tapi bukankah semua mimpi berbanding terbalik dengan kehidupan nyata? Dan dengan sangat pasti berarti kamu sudah tidak memiliki perasaan yang sama seperti denganku sepercik pun. Iya, aku tahu itu.

Disetiap pijakan langkah kaki ku aku terus saja bergumam tentang mimpi burukku itu. Hari ini semesta mengizinkan kita untuk bertemu meski kamu tidak pernah sedetik pun menoleh kearahaku. Siang hari menjelang pulang sekolah aku bersama temanku membaca buku diperpustakaan. Tidak sengaja melihat orang berjalan kesana kian kemari melewati perpustakaan seperti sedang mengangkut perkap untuk lomba raimuna nanti. Saat sinar mentari mulai cukup panas, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Dan… Secara tidak sengaja saat aku dan temanku menunggu jemputan didepan sekolah. Aku melihatmu dengan motor Jupiter mx mu berwarna merah, dengan helm vog berwarna putih, dan tas jinjing hitam itu cukup dapat mencairkan sebutir rindu dalam hatiku. Saat aku meminta temanku untuk mengantarku ke kamar mandi dan saat kembali kedepan kami melewati perpustakaan. Dan.. Kamu baru turun dari motormu itu sambil membawa gas elpigi hijau dan berjalan tepat berada dibelakangku. Sekilas aku menoleh kebelakang, awalnya aku tidak percaya. Tapi itu memang benar kamu, Tuan. Pulang sekolah pun juga aku dapat melihat wajahmu dari kejauhan secara samar.

Dan siang ini juga Tuhan masih mengizinkanku untuk dapat melihatmu lagi. Tepat jam satu siang ini ada latihan pks untuk promosi. Pertama, kamu lewat dengan motor yang sama bersama teman yang membonceng dibelakangmu. Melewati dua kali saat di masjid sekolah. Kedua, kamu kembali kesekolah tapi tidak membawa motor. Saat itu aku sedang latihan promosi, aku duduk di tempat duduk basket, dan mendapati kamu yang langsung menghindar saat melihatku. Cukup memandangmu dalam diam, menatapmu dalam-dalam dari kejauhan saja aku sudah merasa bahagia. Terlebih disaat kamu sedang duduk di pos satpam sambil memainkan senar gitar dengan petikan jemarimu yang beradu itu. Desah suaramu, tingkah lakumu, dan alunan gitar yang kau mainkan menambah memoriku dalam kapasitas otakku yang sudah penuh dengan memori tentangmu.

Waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Diam-diam aku masih memandangmu, menatapmu, dan melihatmu diam-diam dengan sangat mendalam. Cukup dengan tingkah konyolmu, desah suaramu, dan berbagai apapun hal yang kau lakukan itu membuatku terhipnotis olehmu. Aku sangat teramat terlihat biasa saja saat bertemu denganmu. Tapi, didalam aku sangat berteriak kegirangan. Terlebih senar gitar yang kau mainkan dengan jemarimu itu. Dari kejauhan terdengar samar, aku mencoba memahami dan menghayati didetiap nada yang kau ciptakan . Memainkan melody dalam hatiku. 

Saat dilapangan belakang, kamu bermain sepak bola dengan beberapa anak kecil yang bermain disana. Kamu dengan tingkah konyolmu mulai menjahili dan mengerjai anak-anak kecil itu. Sambil memakai topi yang entah punya siapa, kamu pun menendang bola dan juga menyundulnya dengan sangat keras. Seperti dulu kamu menendangku tanpa beban dan tanpa rasa berdosa. Aku sudah sangat capek untuk menulis semua ini tentangmu. Mengisi setiap fileku dengan cerita tentangmu. Bahkan disaat mataku sudah tak kuat lagi membukanya.

Sudahlah, aku akan menemukan orang sepertimu!!!!
Dengan ini aku mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuhan yang sudah mengizinkan aku  untuk dapat melihatmu hari ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar