Keajaiban
Untuk Hari Ini
Selasa, 17 Juni 2014
Aku masih berharap dapat bertemu denganmu untuk hari
ini. Setelah semalam apa yang terjadi padaku. Aku menengadahkan tangan seraya
berdoa jika kamu masih punya perasaan sama seperti denganku, izinkan aku untuk
masuk kedalam bunga tidurmu yang indah itu. Tapi semuanya malah berbanding
terbalik dengan apa yang kuutarakan dengan Tuhan. Kamu masuk kedalam mimpiku
semalam.
Disaat aku sedang bercengkrama dengan teman-temanku
didepan kelas, tiba-tiba kamu menghampiriku dengan beberapa teman dekatmu dan
mendekatiku. Kamu yang pada saat itu juga sedang bercengkrama mendekatiku
secara perlahan ke tempat dudukku. Aku pun dengan ekspresi sebal menghindarimu
dan menolakmu mentah-mentah. Didalam mimpiku itu kamu menunjukkan bahwa kamu
juga masih mempunyai perasaan yang sama seperti denganku. Tapi bukankah semua
mimpi berbanding terbalik dengan kehidupan nyata? Dan dengan sangat pasti
berarti kamu sudah tidak memiliki perasaan yang sama seperti denganku sepercik
pun. Iya, aku tahu itu.
Disetiap pijakan langkah kaki ku aku terus saja
bergumam tentang mimpi burukku itu. Hari ini semesta mengizinkan kita untuk
bertemu meski kamu tidak pernah sedetik pun menoleh kearahaku. Siang hari
menjelang pulang sekolah aku bersama temanku membaca buku diperpustakaan. Tidak
sengaja melihat orang berjalan kesana kian kemari melewati perpustakaan seperti
sedang mengangkut perkap untuk lomba raimuna nanti. Saat sinar mentari mulai
cukup panas, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Dan… Secara tidak sengaja
saat aku dan temanku menunggu jemputan didepan sekolah. Aku melihatmu dengan
motor Jupiter mx mu berwarna merah, dengan helm vog berwarna putih, dan tas
jinjing hitam itu cukup dapat mencairkan sebutir rindu dalam hatiku. Saat aku
meminta temanku untuk mengantarku ke kamar mandi dan saat kembali kedepan kami
melewati perpustakaan. Dan.. Kamu baru turun dari motormu itu sambil membawa
gas elpigi hijau dan berjalan tepat berada dibelakangku. Sekilas aku menoleh
kebelakang, awalnya aku tidak percaya. Tapi itu memang benar kamu, Tuan. Pulang
sekolah pun juga aku dapat melihat wajahmu dari kejauhan secara samar.
Dan siang ini juga Tuhan masih mengizinkanku untuk
dapat melihatmu lagi. Tepat jam satu siang ini ada latihan pks untuk promosi.
Pertama, kamu lewat dengan motor yang sama bersama teman yang membonceng
dibelakangmu. Melewati dua kali saat di masjid sekolah. Kedua, kamu kembali
kesekolah tapi tidak membawa motor. Saat itu aku sedang latihan promosi, aku
duduk di tempat duduk basket, dan mendapati kamu yang langsung menghindar saat
melihatku. Cukup memandangmu dalam diam, menatapmu dalam-dalam dari kejauhan
saja aku sudah merasa bahagia. Terlebih disaat kamu sedang duduk di pos satpam
sambil memainkan senar gitar dengan petikan jemarimu yang beradu itu. Desah
suaramu, tingkah lakumu, dan alunan gitar yang kau mainkan menambah memoriku
dalam kapasitas otakku yang sudah penuh dengan memori tentangmu.
Waktu berlalu dengan begitu cepatnya. Diam-diam aku
masih memandangmu, menatapmu, dan melihatmu diam-diam dengan sangat mendalam.
Cukup dengan tingkah konyolmu, desah suaramu, dan berbagai apapun hal yang kau
lakukan itu membuatku terhipnotis olehmu. Aku sangat teramat terlihat biasa
saja saat bertemu denganmu. Tapi, didalam aku sangat berteriak kegirangan. Terlebih
senar gitar yang kau mainkan dengan jemarimu itu. Dari kejauhan terdengar
samar, aku mencoba memahami dan menghayati didetiap nada yang kau ciptakan .
Memainkan melody dalam hatiku.
Saat dilapangan belakang, kamu bermain sepak bola
dengan beberapa anak kecil yang bermain disana. Kamu dengan tingkah konyolmu
mulai menjahili dan mengerjai anak-anak kecil itu. Sambil memakai topi yang
entah punya siapa, kamu pun menendang bola dan juga menyundulnya dengan sangat
keras. Seperti dulu kamu menendangku tanpa beban dan tanpa rasa berdosa. Aku
sudah sangat capek untuk menulis semua ini tentangmu. Mengisi setiap fileku
dengan cerita tentangmu. Bahkan disaat mataku sudah tak kuat lagi membukanya.
Sudahlah, aku akan menemukan orang
sepertimu!!!!
Dengan ini aku mengucapkan banyak terimakasih kepada
Tuhan yang sudah mengizinkan aku untuk
dapat melihatmu hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar